EMPUT BUKAN LAGI SAMPAH

  • IKHWAN LUKMAN
  • May 04, 2025

Emput, ini adalah bahasa keseharian orang Lumajang pengganti kata serbuk hasil penggergajian kayu, dulunya emput ini adalah limbah atau bahasa kasarnya bisa disebut sampah,hampir semua tempat penggergajian kayu kebingungan bagaimana cara membuang emput ini,karena kalau tidak segera dibuang lambat Laun tempat penggergajian kayu ini akan penuh dengan emput yang mengakibatkan terganggunya produksi penggergajian kayu hanya karena kekurangan tempat.

Tapi, kalimat "Emput adalah limbah" ini sudah tidak berlaku untuk sekarang, sudah beberapa tahun terakhir ini keberadaan Emput mulai langkah dan sulit untuk mendapatkannya,kalaupun bisa mendapatkannya tentunya harus merogoh kocek yang lumayan dalam.

Bermunculnya pabrik pabrik pengolah bahan lanjutan Emput ini adalah faktor utama langkah dan sulitnya mendapatkan si Emput ini, kini Emput seakan sudah menjadi emas yang diperebutkan pabrik pabrik pengolah bahan lanjutan Emput ini dengan cara menurunkan tim untuk mengontrak Emput gudang gudang penggergajian kayu yang ada di wilayah kabupaten Lumajang.

Situasi demikian sekarang sudah menjadi momok bagi pelaku UMKM khususnya pengelolah bahan lanjutan berbahan dasar Emput yang ada di wilayah kabupaten Lumajang.Para petani Jamur Tiram diwilayah kabupaten Lumajang sangat mengeluhkan dengan kondisi seperti sekarang ini.

Emput sudah susah dicari, karena gudang gudang penggergajian kayu yang selama ini menjadi mitra dalam menyediakan Emput sudah dikontrak oleh pabrik pabrik besar pengolah bahan lanjutan Emput yang sangat berdampak negatif bagi petani jamur tiram diwilayah kabupaten Lumajang.

Hal demikian ini sudah dialami oleh para petani Jamur Tiram yang ada di wilayah Desa Gucialit beberapa tahun terakhir ini,mereka mengeluhkan sulit didapatnya Emput sebagai bahan dasar pembuatan bibit jamur tiram, kalaupun bisa didapat tentunya dengan harga yang cukup memberatkan dikantong para pelaku UMKM pahlawan ekonomi Bangsa ini.

Ini adalah wajar dan sudah biasa didalam dunia usaha, yang besar dan tajir dari segi usaha dan permodalan akan tetap menjadi penguasa,kondisi demikian diharapkan segera berakhir,pelaku UMKM pengelolah bahan lanjutan Emput kembali mudah dan gampang dalam memperoleh si Emput ini, gampang mendapatkannya dan tidak mahal dari sisi harganya.