Desa Gucialit merupakan salah satu desa yang berada di daerah penyangga lahan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Hal ini menjadikan Desa Gucialit sebagai desa yang potensi alamnya sangat melimpah.
Potensi ini dimanfaatkan oleh Nur Hasan untuk menggiatkan seni ukir Batok Kelapa di Desa Gucialit.
Pria yang sudah bekecimpung di dunia ukir Batok sejak lama ini mengatakan bahwa dirinya belajar mengukir secara otodidak, pengalaman atau jam terbang yang tinggi membuatnya mampu membuat ukiran karya - karya Batok Kelapa.
Beberapa karya Senin yang sering ia buat diantaranya adalah Asbak. Prahu kayu, Pot Bungan dan masi banyak yang lain. Kamis.20/6
Dalam membuat ukiran karya senin Bapak Hasan menggunakan jenis batok kelapa kering yang ia cari sendiri dan dibantu oleh masyarakat sekitar. Batok-Batok tersebut dipilih dari Kelapa yang sudah diambil airnya.
Via salah satu Mahasiswa ITB Widya Gama Lumajang mengatakan. Dirinya berharap bahwa kedepannya semakin banyak generasi muda khususnya di Desa Gucialit yang memiliki ketertarikan pada bidang seni ukir bisa berkarya seperti pak Hasan ini sehingga potensi kerajinan seni ukir ini dapat terus bertahan atau berkembang.
Dari adanya usaha tersebut hasan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan juga mampu menjadi penyokong kebutuhan ekonomi keluarga.