Puskesmas Gucialit Kecamatan Gucialit kembali melaksanakan pembinaan program diantaranya Pelatihan Keterampilan Dasar Bagi Kader Posyandu Menuju Puskesmas Integrasi Layanan Primer (ILP), Senin (19/05/2025). Pembinaan yang diadakan di Balai Desa Gucialit ini melibatkan tim Puskesmas Gucialit yaitu Bidan Yani, Bidan Titik Dan Bidan Novi. Pembinaan pertama disampaikan oleh Bidan Yani yang mengangkat topik penting terkait hipertensi dan waspada diabetes melitus. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung serta otak yang mempengaruhi kualitas hidup.
Oleh karena itu, perlu waspada terhadap hipertensi dan menerapkan gaya hidup sehat. Kader yang hadir kembali diingatkan bahwa risiko hipertensi seperti stress dapat meningkatkan tekanan darah, dan sebaliknya. Pola hidup tidak sehat, seperti merokok, makan terlalu banyak garam dan gula, serta kurang gerak, dapat menyebabkan hipertensi. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam seperti makanan siap saji dan lemak dapat memicu gangguan kesehatan ini.
Tidak hanya itu, kader yang hadir dalam pembinaan tersebut diberikan materi terkait Keterampilan Dasar Bagi Kader Posyandu Menuju Puskesmas Integrasi Layanan Primer (ILP). Transformasi Layanan Primer fokus pada pendekatan pelayanan kesehatan kepada Masyarakat. Posyandu sebagai lembaga yang mendukung Puskesmas Gucialit untuk mendekatkan akses layanan kesehatan dasar kepada masyarakat sehingga diperlukan Pembinaan kader posyandu.
Pembinaan ini diberikan dengan kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu agar memiliki keterampilan dasar bidang Kesehatan. Keterampilan yang perlu dikuasai seperti kader mampu dalam pengelolaan posyandu, ketrampilan perawatan bayi dan balita, menjelaskan penggunaan buku KIA, melakukan penyuluhan serta Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan kuesioner (PPOK, TBC, kesehatan jiwa, geriatri dan diabetes)
Keterampilan Usia Sekolah & Remaja. Pembinaan yang dihadiri dari Posyandu Sidomakmur 1, Posyandu Mawar, Posyandu Anggrek dan Posyandu Sidomakmur 2 yang masing-masing 7 kader yang datang dari setiap Posyandu. Mereka sangat antusias dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diutarakan oleh peserta.
Dengan adanya pembinaan tersebut, diharapkan pengetahuan kader tentang pelayanan ILP dapat meningkat, dan pemahaman terkait hipertensi dan DM dapat meningkat dan dapat bermanfaat sehingga masyarakat semakin peduli akan kesehatan mereka dan para kader dapat memahami program Integrasi Layanan Primer. Kegiatan yang terkahir yaitu dengan melakukan praktik terkait cara penimbangan dan lain-lain bagi ibu-ibu kader yang hadir.